wordsnquotes
No relationship is perfect, ever. There are always some ways you have to bend, to compromise, to give something up in order to gain something greater…The love we have for each other is bigger than these small differences. And that’s the key. It’s like a big pie chart, and the love in a relationship has to be the biggest piece. Love can make up for a lot.
Sarah Dessen, This Lullaby (via wordsnquotes)

Cinta yang kita miliki, lebih besar dari segala perbedaan yang kita punya. Karena begitulah seharusnya cinta.

Baik-baiklah

Hidup selalu penuh pilihan dan akhirnya kita memilih untuk begitu jauh. Meski yang kurasa, hatiku tetap memanggil satu nama.

Berbaiklah pada takdir, cobalah untuk lebih serius dalam satu hal…ehm aku juga. Harusnya aku juga bisa lebih serius untuk satu hal, untuk satu mimpi yang lebih tinggi, untuk satu harapan yang lebih pasti.

Aku tidak percaya kita berakhir begini, sekalipun aku ingin berhenti, tapi aku ingin sekali bilang, bisakah kita mencoba lagi, bisakah hubungan ini diperbaiki, bisakah kita menyingkirkan ego masing masing.

Tapi sudahlah, aku harus menerima apa yang harus terjadi. Pasti juga cukup menyakitkan untukmu bertahan di hubungan seperti ini.

Baik baiklah, jaga kesehatan. Cintai hidupmu dan seseorang akan mencintaimu dengan tulus. Bahagialah, agar aku tidak selalu khawatir, bertemulah dengan seseorang yang baik, yang bisa menjagamu, masak makanan kesukaanmu, memanjakanmu dan menjadi temanmu berbagi.

Aku akan selalu tersenyum dan baik baik juga :-)

Hidup mungkin sering tidak adil. Seringkali, kita harus terluka oleh hal-hal yang kita anggap akan membahagiakan. Seringkali, kita juga harus kecewa oleh segala pengorbanan.
Tapi hidup masih terus harus berjalan, kita hanya harus bisa menerima. Meski mungkin akan teramat sakit atau terlalu sunyi. Kita hanya perlu waktu untuk membiarkan semua berlalu.

Percayalah, kita masih bisa baik-baik saja :-)

Untuk hati yang mudah rapuh

Barangkali beberapa air mata adalah cara terbaik untuk melepaskan sesak

Seseorang pernah berjanji untuk tetap ada, untuk selalu mencoba memperbaiki jika terjadi kesalahan. Tapi lalu dia memilih pergi.

Bukan salah dia sepenuhnya, bukankah aku dulu juga pernah memilih meninggalkan dia. Pasti saat itu, perasaan sesak yang dia miliki sama dengan rasa sakit yang sekarang kupunya.

Aku hanya perlu waktu untuk bisa benar-benar rela, meski entah kapan. Tapi aku pasti akan sembuh.

Aku mudah sekali rapuh ya, aku harusnya bisa lebih tegar untuk hidup di dunia ini.

Mulai sekarang, aku harus bisa mengatasi perasaanku sendiri. Aku harus yakin bahwa aku tidak perlu dikasihani. Aku harus mampu, harus :’(