Hujan pukul tiga pagi

Hujan pernah datang pukul tiga pagi
Saat segala sunyi menjelma doa
Saat segala kerinduan menjelma harapan

Di subuhnya ketemukan hatiku yang meretak
Dan embun embun tidak bangun
Matahari tetap gelap

Setelah cukup lama
Hujan kembali datang di pukul tiga pagi
Saat segala yang pernah ada menjadi tiada
Saat segala doa berkata tidak

Semenjak itu
Hujan pukul tiga pagi tidak pernah lagi datang
Tapi masih tetap ada yang berdoa dan merindu

Minggu, 21.9.14, Long Ping HK

Untuk hati yang harus patah

Sudah berakhir, aku harap ini hanya mimpi. Tapi semua terasa nyata. Kita tidak lagi bersama.

Aku ingin menulis panjang lebar tentang bagaimana kita berbagi, bercanda, bertengkar atau sebatas bagaimana aku merindumu, mendoakanmu dan masih tetap berharap padamu.

Tapi aku akan menangis, sepagi ini.

Kita sama sama takut menyakiti, tapi justru lebih saling menyakiti. Cinta memang sakit dengan nama lain.

Aku masih boleh berharapkan, meskipun tidak boleh aku akan tetap berharap. Kamu selalu membuatku nyaman, membuatku bisa baikbaik saja. Dan setiap hubungan selalu menemukan masa sulit, kita sudah melewatinya berkali kali. Dan kali ini, kamu, kita memilih menyerah. Aku ingin bertahan, hanya tidak adil rasanya. Aku selalu membawa kamu di keadaan tidak pasti. Jadi biarlah, ada yang lebih baik dalam mengatur semuanya.

Aku tidak berniat melupakan dan juga membiarkan ingatan, mengingat apa yang dia inginkan.
Hidup masih harus kita jalani

Meski harus terluka, tetaplah menyayangi
Meski harus dikhianati, tetaplah percaya
Meski harus disakiti, tetaplah jujur

Karena hidup, bukan tentang apa yang orang lain beri. Tapi apa yang kita berikan, pada diri sendiri dan sekitar :-)